SeranganKelinci Mati Mendadak Tanpa Tanda Sakit Mitos Memberi Air Minum Pada Kelinci Kelinci Mati Pada Musim hujan Musim hujan membawa perubahan terutama pada suhu dan kelembaban rata-rata udara. Keadaan ini tentunya tidak berpengeruh bagi kelinci tapi berdampak sangat baik untuk perkembangan berbagai macam protozoa, bakteri dan juga virus. Musimhujan identik dengan risiko datangnya berbagai hewan yang tidak diinginkan ke rumah kita, termasuk ular. memprediksi hujan akan turun secara maksimal dan merata di seluruh Indonesia pada Desember mendatang. Tentunya hal ini harus kita respons dengan persiapan yang matang dan memadai. Penyakit Jantung Bisa Diprediksi 5-10 Tahun Memasukipuncak musim penghujan banyak wabah penyakit yang mengintai masyarakat. Genangan air hujan atau banjir berpotensi menyebabkan penyakit pes. Search. Home; Berita. Berita Harian; Buang Puntung Rokok di Gunung Kembang, Pendaki Didenda Rp 1 Juta. Berita Harian Musimhujan tiba, berbagai gangguan kesehatan dan penyakit pun datang. Agar tetap sehat dan prima, lindungi diri dengan cara ini. Apa saja? Simak ulasannya. Penyakitini sering menyerang sapi muda (pedet) dan biasanya terjadi pada musim hujan atau dalam kondisi lingkungan yang basah atau lembab ini umumnya disebabkan oleh cara pemeliharaan yang kurang diperhatikan sehingga infeksi yang parah dapat menyebabkan tingkat kematian yang cukup tinggi. Gejala Klinis. Diare profus (terus-menerus) Musimhujan pasalnya menjadi waktu yang sempurna bagi kuman dan bakteri berkembang biak lebih cepat. 'Pada musim hujan, kondisi lembab menyebabkan perkembangbiakan kuman semakin meningkat. Kasus penyakit di musim hujan pun selalu meningkat.Data dari dinas kesehatan Pemprov DKI Jakarta menunjukkan di tahun 2014 ada 101 orang menderita Kreasiini diklaim lebih efektif dan lebih murah dibandingkan dengan cara konvensional yang sering dilakukan oleh para peternak kelinci di Karangploso. "Kita membuat antibiotik untuk kelinci karena kelinci yang paling sering diserang penyakit diare apalagi di Malang waktu musim hujan," kata Rhezaldian seperti dikutip dari Prasetya UB Selasa KBRN Redelong: Curah hujan yang memiliki intensitas tinggi dapat menyebabkan terjadinya banjir. Banyaknya genangan air, hawa dingin, serta melakukan kontak dengan orang atau benda yang telah terkontaminasi virus juga dapat membuat kamu tertular penyakit di musim hujan. Dengan mengenali berbagai Kelinci Bagi siapa saja yang menderita alergi, dilema kuno adalah ini: "Apakah saya membuat teman hewan saya dan menderita, atau apakah saya mengikuti saran dokter saya dan menyerah sobat berbulu saya?" Saya mengembangkan alergi yang cukup parah sebagai orang dewasa. Bagi saya tidak pernah pertanyaan: hewan saya adalah bagian dari keluarga saya dan akan tetap begitu. kelincimerupakan hewan yang mudah terkena penyakit,apalagi pada saat musim hujan.Salah satu cara agar kelinci tidakmudah terserang penyakit antara lain : 1.Tempatkanlah kandang kelinci yang banyak terkena sinar matahari,karna sinar matahari dapat mehilangkan kutu secara rutin,dan bersihkan kandang bOsStu3. Cara Penanganan dan Penanggulangan Ternak Kelinci Pada Saat Musim Hujan Merawat Kelinci. Memasuki musim penghujang, pertanyaan-pertanyaan dari rekan-rekan peternak kelinci yang masuk ke email dan juga langsung relatif selalu sama. Masalah yang dihadapi para peternak pada musim penghujang sebenarnya sudah memiliki solusi dan sudah beberapa kali saya bahas baik itu dalam bentuk penyuluhan antar kelompok ternak kecil di kampung saya maupun saya tuliskan di blog saya yang sederhana ini, akan tetapi masih banyak teman-teman peternak yang tidak bisa menyikapi masalah musim hujan dengan bijak, sebagai contoh salah satunya pada artikel penyebab utama kematian kelinci pada musim hujan yang telah saya tulis sebelumnya. Musim hujan mulai masuk pada bulan agustus sampai dengan maret memang sering menjadi musim keluhan bagi para peternak kelinci, terutama kasus kematian massal. Penyakit yang dihadapi para peternak kelinci sampai hari masih tetap masalah klasik, tidak seperti kasus sapi yang diterpa virus baru. Keluhan para peternak kelinci cenderung pada masalah kelinci tidak mau makan, kembung sampai kelinci mati secara massal. Dilihat dari dampak yang diakibatkan memang sangat memprihatinkan akan tetapi penyebab masalah ini sebenarnya tidaklah sesulit dampaknya. Belajar dari pengalaman adalah hal yang paling baik, ulet dan memperhatikan keadaan di sekitar lingkungan, jika tidak kerugian yang sama akan anda alami setiap tahun. Hal yang paling pertama saya tekankan adalah curhatan para pemeliharan kelinci yang paling umum masuk pada saat musim hujan. Berikut ini komentar yang paling sering muncul Musim hujana adalah musim kelinci mati mendadak karena mudah terserang penyakit Udara dingin adalah masalah yang sangat serius dari kelinci yang sulit diatasi Musim hujan membuat tanaman lebih cepat membentuk pucuk baru sehingga pakan kelinci jadi membuat lebih mudah mencret Kelinci tidak tahan dengan air hujan sangat tidak disarankan memelihara kelinci pada saat musim hujan Masih banyak komentar lain yang bermunculan akan tetapi paling tidak alasan yang paling klise adalah kelima masalah tersebut. Susah untuk memberikan label pada para peternak yang selalu muncul dengan komentar negatif seperti di atas, karena sedikit banyaknya komentar tersebut memang ada benarnya. Hanya saja apakah setiap musim hujan kelinci di seluruh dunia akan mati? Tentu saja tidak toh masih banyak peternak kelinci yang mampu bertahan melawan musim hujan, dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang salah salah bukanlah musim hujan akan tetapi perbedaan antara peternak kelinci yang sukses dan yang gagal melewati musim hujan. Berdasarkan pengalaman yang saya bangun sendiri selama beternak kelinci, ada beberapa hal yang sering disepelakan oleh para peternak kelinci pada saat musim hujan tiba. Hal ini sangat sepele akan tetapi jarang dipahami. Masalah-masalah tersebut adalah Pakan Kelinci dan Rumput Tidak Sehat Musim hujan bukanlah musibah, karena alam membutuhkan air dari langit untuk tetap dapat melaksanakan siklusnya begitupun dengan kelinci yang merupakan bagian dari alam. Rumput yang digunakan pada saat musim hujan masih tetap sama akan tetapi jika ditinjau lebih baik, rumput tersebut secara fisik berbeda. Perbadaan inilah yang sangat jarang diamati oleh peternak kelinci pemula. Kelinci yang tidak memiliki lambung tidak memiliki daya tahan yang baik seperti pada sapi dan juga kambing terhadap rumput di musim hujan. Air yang menetes ke tanah membuat sebagian kecil dari tanah dan debu terpecik ke atas dan melekat pada rumput yang digunakan sebagai pakan kelinci. Setelah hujan para petani bisanya langsung memberi makan dari rumput yang diambil dari alam dengan asumsi bahwa air hujan telah mencucinya bersih padahal tidak demikian. Debu dan tanah yang dimakan oleh kelinci bersama dengan rumput akan menyebabkan masalah pencernaan serius, oleh karena ada baiknya mencuci bersih rumput yang diambil pada saat musim hujan dengan cara merendam ke dalam air agar debu dan tanah yang melekat dapat hilang. Air Hujan Mengandung Asam Masalah air hujan berasam tidak pernah saya temukan di desa saya karena kebetulan desa saya masih jauh dari industri. Air hujan yang turun dari langit bukanlah air hujan murni melainkan banyak larutan yang terkandung di dalam air tersebut. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah air hujan pada daerah dekat dengan industri besar dan perkotaan kemungkinan mengandung asam sulfat yang menguap dari polusi udara. Banyak petani yang menganggap remeh masalah karena kurangnya pengetahuan mengenai kandungan dari air yang baik untuk kelinci. Solusi dari masalah ini adalah hindari pemberian air minum langsung dari air hujan atau dari sumur yang airnya berasal dari air hujan, kecuali pada sebagian sumur tertutup yang airnya berasal dari resapan air tanah yang masih sehat. Masalah lain yang dihadapi oleh para peternak kelinci pada musim hujan adalah tata cara pengaturan model kandang dan tempat kandang. Kebanyakan dari peternak kelinci yang gagal tidak belajar tata ruang yang berkaitan dengan sirkulasi udara dan juga kondisi kandang ketika terkena hujan. Kelembaban udara yang cenderung naik pada saat musim hujan meningkatkan resiko anoreksia san scabies pada kelinci oleh karena bacalah secara seksama mengenai petunjuk menyelesaikan kedua masalah tersebut. Terkadang kita dibuat bingung dengan fenomena kelinci pada musim hujan, tepatnya saat awal bulan November sampai akhir Februari. Di bulan-bulan tersebut biasanya keluhan mengenai kematian kelinci yang mendadak semakin marak. Bukan hanya anak kelinci yang mati, tapi induk-induknya juga ikut mati akibat sakit di musim hujan. Padahal jika dipikir-pikir harusnya kelinci tidak mati saat musim hujan. Karena posisi kelinci tidak kehujanan. Selain itu, di habitat aslinya kelinci juga tidak mati saat musim hujan. Tapi kenapa kelinci kita mati? Yang salah sebenarnya cuaca atau kitanya? Yang jelas, manusianya yang salah. Namun tentu saja semua ada penyebabnya. Tidak mungkin ada akibat kalau tidak ada sebab. Untuk itu demi menjawab persoalan-persoalan yang ada di grup-grup media sosial mengenai penyakit kelinci pada musim hujan, akan membagikan tips jitu mencegah penyakit yang menyerang kelinci di musim hujan. Disertai juga penyebab-penyebab mengapa kelinci banyak yang mati di musim hujan. Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan Jika ada pertanyaan, "Mengapa kelinci sering mati mendadak di musim hujan dan lebih rentan terhadap penyakit?" Jawabannya adalah karena musim hujan bisa mempengaruhi perubahan suhu dan kelembaban. Kadar udara semakin dingin dan tingkat kelembaban semakin tinggi. Ditambah lagi rumput-rumput menjadi basah. Kondisi seperti itulah yang menjadi penyebab kelinci sakit pada musim hujan. Bakteri dan virus berkembang biak dengan cepat. Rumput yang basah menjadi tempat yang paling baik bagi pertumbuhan parasit eimeria. Eimeria sendiri adalah salah satu virus yang dapat menyerang tubuh kelinci serta mengakibatkan diare dan lain lain. Kelinci yang masih kecil dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah, rentan terhadap parasit tersebut. Bahkan kelinci dewasa yang berdaya tahan tubuh lemah juga bisa terkena imbasnya. Oleh sebab itu kalian harus mengurangi resiko kematian kelinci pada musim hujan. Karena bila sudah terlambat, memakai obat saja kurang maksimal. Berikut beberapa langkah mencegah penyakit kelinci musim hujan 1. Cuci Rumput untuk Pakan Kelinci Jangan beranggapan kalau hujan akan membersihkan debu debu yang menempel pada rumput. Sebaliknya justru gerimis atau hujan akan membuat rumput semakin kotor, terutama di daerah perkotaan yang sudah tercemar oleh banyak sampah. Maka sebaiknya mencuci ulang rumput yang akan dijadikan pakan kelinci. Begitu juga pada rumput kering. Untuk berhati-hati dan memastikan tidak ada bakteri di musim hujan. Sebaiknya dicuci dulu. 2. Mengambil Rumput di Waktu yang Tepat Sebisa mungkin kalian perhatikan waktu pengambilan rumput untuk pakan kelinci. Kalau bisa mengambilnya saat kering tidak basah karena hujan. Biasanya rumput-rumput yang kering pada saat matahari di atas kita sekitar jam sampai jam siang. Panasnya matahari dapat mengurangi pertumbuhan bakteri penyakit. Baca Jenis Rumput yang Baik untuk Makanan Kelinci 3. Hindari Kelembaban Kandang Kelinci Kandang yang bersuhu lembab bisa menjadi sarang virus penyakit kelinci. Sehingga rentan terkena scabies. Agar hal itu tidak terjadi, kurangi kelembaban kandang tersebut dengan menempatkan di bawah panas matahari pagi pukul, sampai pukul, pagi. Setidaknya kalian bisa menjemurnya selama setengah jam. Hingga bakteri-bakteri yang ada di dalam kandang mati semua. 4. Berikan Air Minum Bersih Kelinci juga membutuhkan minum sebagaimana yang sudah kami bahas di artikel, cara memberi minum kelinci. Namun jangan sampai memberi minum yang ditampung dari air hujan. Sebab kebersihan air hujan yang sudah ditampung kurang terjamin. Silakan gunakan air sumur yang sudah diendapkan semalam atau beberapa jam. Baca juga Ukuran Memberi Air Minum pada Kelinci Setiap Hari Itulah 4 langkah tepat pencegahan penyakit kelinci pada musim hujan. Semoga kalian bisa mengatasinya dengan mudah tanpa ada kesulitan. Bagikan ke yang lain. Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Kesehatan Umum / 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang – Musim monsun barat akhirnya tiba dan hampir semua kawasan di Indonesia diguyur hujan yang cukup deras. Saat musim hujan tiba, udara biasanya cenderung dingin saat malam hari. Selain itu, siang saat mendung masih menggantung, kita akan merasakan panas yang cukup kuat sehingga peluang terjadi gangguan pada tubuh akan karena cuaca saat musim hujan yang sangat tidak menentu, menjaga kesehatan adalah hal yang harus dilakukan dengan baik. Tanpa menjaga kesehatan, daya tahan akan menurun dan Anda mudah sekali terkena beberapa penyakit khas musim hujan di bawah ini. Jenis penyakit khas musim hujan Penyakit khas musim hujan ada banyak dan sebagian besar sering disepelekan. Padahal penyakit di bawah ini bisa jadi sangat berbahaya dan menurunkan produktivitas. Demam berdarah dengue Tidak bisa dimungkiri lagi kalau musim hujan yang tiba di Indonesia akan meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti akan meningkat. Nyamuk ini membawa virus dengue yang menyebabkan demam pada tubuh hingga perdarahan yang bisa memicu kondisi berbahaya. Cara mencegah penularan penyakit ini adalah tidak tidur saat siang hari di kamar. Lebih baik beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, daya tahan tubuh yang buruk juga mempercepat virus berkembang dan akhirnya menyebabkan perdarahan di mulut dan hidung. Diare Saat musim hujan tiba, bakteri penyebab diare akan mudah sekali mengalir bersama dengan air. Kalau air itu terciprat di tubuh lalu mengenai tangan, penularan bisa terjadi. Apalagi kalau tangan tidak segera dicuci hingga bersih. Setelah berada di luar ruangan dan terkena air hujan, usahakan untuk mencuci tangan hingga bersih. Kalau Anda ingin aman, bisa mandi dan mengganti pakaian. Dengan melakukan hal tersebut, kemungkinan terjadi diare akan rendah. Demam dan batuk Udara saat musim hujan cenderung sangat rendah dan juga tidak nyaman. Dengan kondisi ini demam akan mudah sekali terjadi. Beberapa orang terkena air hujan sedikit saja bisa langsung demam karena daya tahannya terus anjlok. Senada dengan demam, batuk juga mudah sekali menyerang saat musim hujan. Gejala batuk akan muncul perlahan-lahan dalam bentuk gatal di tenggorokan dan nyeri saat menelan makanan. Selanjutnya batuk berdahak atau kering akan muncul sehingga Anda harus mengatasi dengan obat yang tepat. Influenza Selain batuk yang membuat perut sakit, kondisi influenza juga kerap muncul dan menyebabkan masalah yang besar. Flu akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak nyaman. Konsentrasi akan anjlok dan daya tahan tidak bisa dipertahankan. Saat flu muncul, hidung akan kerap bersin dan muncul ingus. Influenza harus segera diatasi agar tubuh kembali normal. Selain itu, flu juga mudah sekali menular. Sekali bersin, virus akan menyebar ke mana-mana dan orang yang ada di sekitar Anda bisa terkena. Selalu sediakan masker agar tidak menyebarkan virus dan Anda tidak terkena virus lain dan udara kotor dari luar. Lepotospirosis Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan diare, demam tinggi, nyeri pada otot, dan muntah berkali-kali. Penyakit dibawa oleh tikus dan menular dari kotorannya. Saat kotoran terkena air hujan, bakteri akan menyebar ke mana-mana dan bisa masuk ke dalam tubuh melalui kaki, tangan, atau luka terbuka. Kalau Anda merasakan mual dan diare selama berhari-hari dan tidak ada tanda kesembuhan segera hubungi dokter. Kalau pun nantinya bukan leptospirosis, Anda akan segera mendapat pertolongan. Jamur di kaki Masalah lain saat musim hujan yang harus tetap diwaspadai adalah jamur di kaki. Jamur di kaki sering muncul karena terus terendam dengan air hujan. Kondisi ini menyebabkan kaki jadi mengalami infeksi dan aromanya tidak sedap. Typus Typus juga sering muncul dan cara penularannya seperti diare. Tangan yang kotor atau makanan yang mengandung bakteri masuk ke tubuh. Akhirnya bakteri menyebabkan gangguan di saluran pencernaan seperti gangguan di usus dan area di sekitarnya. Cara menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan Saat hujan, tubuh akan mudah sekali sakit karena daya tahan tubuh yang terus anjlok. Agar hal ini tidak terjadi, lakukan beberapa tips di bawah ini. Pastikan selalu membawa payung atau mantel saat keluar rumah. Dengan menggunakan dua benda tersebut, paling tidak Anda tidak akan basah kuyup dan tubuh menjadi kotor. Air hujan mengandung senyawa tertentu yang bisa membuat seseorang mudah sekali pusing hingga sakit. Gunakan pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Kalau pun tidak tebal, usahakan memakai atasan lengan panjang dan bawahan yang sama panjangnya. Kalau Anda kehujanan dan mengenai kepala cukup banyak, segera mandi dan keramas. Bersihkan rambut dna kulit kepala hingga bersih. Perbanyak mengonsumsi minuman yang hangat. Anda boleh mengonsumsi teh, wedang jahe, atau air putih hangat. Jangan minum air es kalau merasa tidak nyaman. Perbanyak istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh. Dalam satu hari pastikan tidur selama 6-8 jam. Selalu hidrasi tubuh Anda dengan minum hingga 8 gelas air. Perhatikan apa yang Anda makan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C tinggi agar tubuh semakin kuat. Tetap lakukan olahraga semampunya. Jangan hanya tidur dan bermalas-malasan karena bisa membuat Anda rentan sakit. Inilah ulasan tentang penyakit yang muncul saat musim hujan dan beberapa cara untuk menjaga daya tahan tubuh. Nah, dari beberapa gangguan di atas, mana saja yang kira-kira mudah sekali menular dan mengenai banyak orang? Semoga kita selalu sehat selama musim hujan, ya! DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi